Insomnia Theater Movement adalah lembaga seni teater yang berdiri sejak 2016 di Lombok Barat. Komunitas ini berfokus pada eksperimen teater berbasis budaya, pendidikan seni pertunjukan, dan kolaborasi lintas disiplin. Dengan visi mewujudkan keberagaman dan kreativitas dalam seni teater, Insomnia Theater Movement aktif menciptakan ruang dialog antara seniman dan masyarakat melalui program seperti On Stage dan Anamana. Lembaga ini juga berkomitmen pada pemberdayaan generasi muda, pelestarian seni tradisional dan kontemporer, serta pengembangan riset budaya yang inklusif, progresif, dan berakar pada nilai-nilai lokal.
Insomnia Theater Movement adalah lembaga seni teater yang berdiri sejak 2016 di Lombok Barat. Komunitas ini berfokus pada eksperimen teater berbasis budaya, pendidikan seni pertunjukan, dan kolaborasi lintas disiplin. Dengan visi mewujudkan keberagaman dan kreativitas dalam seni teater, Insomnia Theater Movement aktif menciptakan ruang dialog antara seniman dan masyarakat melalui program seperti On Stage dan Anamana. Lembaga ini juga berkomitmen pada pemberdayaan generasi muda, pelestarian seni tradisional dan kontemporer, serta pengembangan riset budaya yang inklusif, progresif, dan berakar pada nilai-nilai lokal.
Porman Wilson Manalu adalah seniman, jurnalis, dan pegiat teater asal Medan, Sumatera Utara. Lahir pada 23 Juli 1966, ia dikenal aktif dalam dunia sastra dan seni pertunjukan melalui komunitas Katakata dan Bengkel Monolog, yang ia pimpin. Selain itu, Porman pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Kesenian Sumatera Utara, serta terlibat dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Serikat Perusahaan Pers (SPS). Berpengalaman sebagai pemimpin redaksi di berbagai media, ia memadukan disiplin jurnalistik dan teater untuk memperjuangkan kebebasan berekspresi serta memperkuat ekosistem seni di Sumatera Utara.
Pegiat Teater (2016-saat ini) menamatkan pendidikan S-1 Teater di lnstitut Seni Indonesia Padangpanjang (2020) dan S-2 Pascasarjana ISi padangpanjang Prodi Penciptaan Seni (2016). Mendirikan dan aktif di komunitas Teater Balai (2019-sekarang). Sebagai pencipta seni pertunjukan saya aktif sebagai Sutradara, Aktor dan penulis naskah teater.
Siti Dexara Hachika atau Dexa adalah perancang dan pekerja seni pertunjukan yang aktif di bidang teater, tari, dan seni visual. Ia menggabungkan riset, performativitas, dan eksplorasi tubuh dalam karya-karyanya yang reflektif serta eksperimental. Dexa kerap terlibat dalam kolaborasi lintas disiplin dengan seniman, komunitas, dan ruang alternatif. Lulusan pendidikan seni ini berfokus pada penciptaan karya yang menggali ingatan, ruang, dan identitas melalui pendekatan konseptual. Dalam proses artistiknya, ia menjadikan tubuh sebagai medium utama untuk membaca ulang relasi manusia, sejarah, dan lingkungan sekitar.
Andi Bahar Merdu, dikenal juga sebagai Bahar Merdu, adalah maestro seni pertunjukan, sutradara, aktor, dan penulis naskah asal Makassar, Sulawesi Selatan. Ia mendirikan Sandiwara Petta Puang, teater rakyat yang populer pada 1990-an dengan gaya satir dan humor khas Bugis-Makassar. Melalui karya-karyanya, Bahar Merdu mengangkat isu sosial dan budaya dengan cara jenaka namun menyentuh. Ia juga mendirikan Griya Seni Barombong (Grisbon) untuk membina generasi muda dalam seni teater. Filosofinya: teater harus menghibur sekaligus menggugah, “seperti silet yang tidak mengiris”—tajam dalam kritik, namun tetap humanis.